Mendengarkan Dharma Wacana Bagian dari Bhakti untuk Tuhan

Oleh: I Nyoman Santiawan

Menjalankan bhakti kepada Tuhan banyak cara, jika kita lihat dari Nawa Widha Bhakti ada 9 cara berbhakti kepada Tuhan. Satu dari 9 itu adalah Srawanam yang artinya mendengarkan wejangan dan saran-saran yang baik untuk meningkatkan srada dan bhakti kita kepada Tuhan. sebagian dari kita, masih ada yang menganggap bhakti itu dilakukan dengan bersembahyang saja. Ketika kita datang ke pura dalam acara pelaksanaan hari suci (persembahyangan Purnama, Tilem, Piodalan dan dll) sering kali hanya mementingkan pada persembahyangan saja. Sejatinya ada hal  lain dari rangkaian yang dilaksanakan merupakan bentuk bhakti yang tidak kalah pentingnya yaitu dharma wacana.

Hindu memiliki ajaran dan warisan yang sangat baik, setiap ajaran dan ritual yang dimiliki mengandung makna yang begitu luas dan mendalam. Dalam hal ritual/upacara yang biasa dilakukan oleh umat Hindu adalah dalam hal pelaksanan persembahyangan bersama baik itu persembayangan Purnama, Tilem, Piodalan da hari-hari suci lainya. Dalam persembahyangan itu ada rangkaiannya, mulai dari maturan bebantenan yang dipimpin oleh Pinandita/Pandita yang diiringi dengan kekidungan, pembacaan sloka, dharma wacana dan persembahyangan bersama.  Semua rangkaian itu harus kita lalui bersama-sama dengan baik termasuk mendengarkan dharma wacana.

Dharma wacana merupakan salah satu dari enam metode dalam pembinaan umat yang disebut Sad Dharma. Metode ini dilakukan untuk membina umat demi meningkatkan sradha umat dan militansi umat terhadap ajaran Hindu. Tetapi pada realitanya, banyak diantara kita masih menganggap Dhrama Wacana tidaklah terlalu penting. Terlihat kurang antuasiasnya umat mendengarkan Dharma Wacana, entah penyebanya karena kurang menarik, bosan, digoda teman untuk ngobrol atau sibuk dengan gadgetnya sendiri.

Jika dilihat, diamati dan dibandingkan dengan yang lain, kita masih kalah jauh antausianya dalam hal mendengarkan wejangan/dharma wacana dengan umat lain. Jika umat lain, siapapun yang berbicara didepan mereka akan mendengarkan dengan seksama, entah itu orangnya masih kecil, dianggap belum berpengalaman dll. Mungkin itu penyebabnya kita masih kalah jauh dari berbagai hal dengan yang lainya. Tetapi sejatinya, jika kita menjalankan ajaran Hindu dengan baik, Umat Hindu pasti menjadi yang terbaik diantara yang paling baik.

Mendengarkan Dharma Wacana merupakan bagian dari Bhakti kita kepada Tuhan, oleh karena itu, mari siapapun, kapanpun dan dimanapun ketika mendapatkan kesempatan mendengarkan dharma wacana dengarkan dan simak baik-baik penyampaian dharma wacana tersebut. Jangan sampai banyak hal yang baik terlewat dari kita dan jangan sampai gara-gara kita asik ngobrol dan ribut mengganggu oran lain dalam mendengarkan dharma wacana. Jadilah bermanfaat untuk orang lain, tidak sebaliknya. Karena orang yang baik adalah orang yang bisa memberi manfaat bagi orang lain. Seperti dalam sloka Bhagawad Gita 18.71:

“Sraddhawam anasuyas ca,

Sruyad api ya narah,

So’pi muktah subhal lokhan,

Prapnuyat punya karmanam”

Artinya:

Orang yang mempunyai keyakinan dan tidak mencela, orang seperti itu walaupun hanya sekedar mendengar, ia juga terbebas, mencapai dunia kebahagiaan manusia yang berbuat kebajikan.

Seperti itulah keutamaan orang yang mau mendengarkan orang lain, apalagi kita mendengarkan Dharma Wacana dengan baik, tentu ini menjadi berlipat-lipat kebaikan bagi kita dan orang lain. Segala yang baik sudah ada di dunia ini, hanya tergantung diri kita sendiri. Apakah akan mengambil semua kebaikan itu atau sebaliknya. Semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *